Sekolah internasional dan sekolah konvensional, dua pilihan pendidikan yang sering kali membuat orang tua bingung dalam memilih mana yang terbaik untuk anak-anak mereka. Perbedaan antara kedua jenis sekolah ini sangatlah signifikan, mulai dari kurikulum hingga metode pengajaran yang digunakan.
Sekolah internasional biasanya menawarkan kurikulum yang lebih luas dan beragam, seperti Cambridge, IB (International Baccalaureate), atau American Curriculum. Menurut Dr. Jane Larsson, Executive Director Council of International Schools, “Kurikulum yang ditawarkan oleh sekolah internasional lebih menitikberatkan pada pengembangan keterampilan global, kritis, dan kreatif.”
Di sisi lain, sekolah konvensional biasanya mengikuti kurikulum nasional yang telah ditetapkan pemerintah. Menurut Prof. Dr. Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, “Sekolah konvensional tetap memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan yang berkualitas kepada generasi muda Indonesia sesuai dengan standar nasional.”
Perbedaan lainnya terletak pada metode pengajaran dan ukuran kelas. Sekolah internasional cenderung menggunakan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif, sedangkan sekolah konvensional masih cenderung menggunakan metode pembelajaran konvensional yang lebih berpusat pada guru.
Menurut Prof. John Hattie, seorang pakar pendidikan dari University of Melbourne, “Ukuran kelas yang kecil dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan interaksi antara guru dan siswa. Hal ini biasanya lebih sering ditemui di sekolah internasional dibandingkan sekolah konvensional.”
Meskipun terdapat perbedaan signifikan antara sekolah internasional dan sekolah konvensional, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan dengan matang sebelum memilih jenis sekolah yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pendidikan anak-anak mereka.