Saat ini, semakin banyak orang tua yang mempertimbangkan untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah internasional. Namun, sebelum membuat keputusan tersebut, penting untuk memahami perbedaan antara kurikulum sekolah internasional dan sekolah nasional.
Perbedaan pertama yang bisa dilihat adalah dalam kurikulumnya. Menurut pakar pendidikan, Prof. Dr. Ani Suryani, “Kurikulum sekolah internasional lebih fokus pada pengembangan keterampilan seperti berpikir kritis, berkomunikasi, dan berkolaborasi, sedangkan kurikulum sekolah nasional cenderung lebih berorientasi pada penguasaan materi pelajaran.”
Hal ini juga diungkapkan oleh Kepala Sekolah Internasional Jakarta, Bapak Budi Santoso, yang menyatakan bahwa “Kurikulum sekolah internasional dirancang untuk mengembangkan siswa menjadi individu yang mandiri dan siap bersaing di tingkat global.”
Selain itu, perbedaan lainnya terletak pada metode pengajaran yang digunakan. Menurut Dr. Andi Kusuma, seorang psikolog pendidikan, “Sekolah internasional cenderung menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif, sementara sekolah nasional masih banyak mengandalkan metode ceramah dan drill.”
Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa tidak ada kurikulum yang secara mutlak lebih baik daripada yang lain. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Dini Rahmayanti, “Yang terpenting adalah memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak.”
Dengan memahami perbedaan antara kurikulum sekolah internasional dan sekolah nasional, diharapkan orang tua dapat membuat keputusan yang terbaik untuk pendidikan anak-anak mereka. Jadi, apakah Anda lebih condong ke arah sekolah internasional atau sekolah nasional?